LSP MWPM Sukses Selenggarakan Uji Kompetensi di Universitas Udayana Bali

LSP MWPM Sukses Selenggarakan Uji Kompetensi di Universitas Udayana Denpasar Bali

Denpasar, 21 April 2026 — Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Wirausaha Produktif Merdeka (LSP MWPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Udayana, Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Kegiatan ini mengusung Skema Sertifikasi Perancangan Pemasaran Online dan diikuti oleh sebanyak 55 mahasiswa Universitas Udayana sebagai peserta uji kompetensi. Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara lembaga sertifikasi profesi dengan perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang siap kerja dan memiliki kompetensi yang terstandar secara nasional.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan tim asesor kompetensi yang berpengalaman, yaitu Dra. Sumirah dari LSP MWPM sebagai asesor kompetensi, serta dua asesor kompetensi dari Universitas Udayana, yakni Putu Saroyini Piartrini dan PA Andiena Ninddya Putri.

Proses uji kompetensi dilaksanakan sesuai dengan standar dan prosedur yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), meliputi asesmen berbasis bukti yang mencakup observasi, wawancara, serta penilaian terhadap portofolio peserta. Seluruh tahapan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel guna memastikan bahwa peserta yang dinyatakan kompeten benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang menunjukkan kesiapan dan semangat dalam mengikuti seluruh rangkaian asesmen. Selain itu, pelaksanaan uji kompetensi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat link and match antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, khususnya di bidang pemasaran digital.

Melalui kegiatan ini, LSP MWPM berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kompetensi praktis yang diakui secara nasional, sehingga mampu bersaing di era digital yang semakin kompetitif.